selamat datang

wellcome di peluang & spirit

Kamis, 12 Januari 2012

Peluang usaha daur ulang plastik

Sampah merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Jumlah sampah yang ada semakin menggunung dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin sempit karena sudah melewati batas penampungan. Berbagai macam metode sudah digunakan untuk menangani masalah ini, tetapi tetap saja tidak terselesaikan. Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan plastik meningkat. Konsekuensinya sampah plastik yang dihasilkan juga meningkat. Ditambah sifat plastik yang tidak dapat membusuk,tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air dan tidak dapat berkarat sehingga pada akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan
Pernahkan terlintas dalam pikiran bahwa diantara tumpukan sampah ini terdapat peluang usaha yang cukup berprospek? Produksi sampah yang tinggi menyebabkan bisnis berbahan dasar sampah tidak pernah kehabisan bahan bakunya. Keunggulan lain dari usaha ini adalah bahan bakunya murah sehingga sangat berpengaruh pada harga hasil akhir produk daur ulang kita. Nah meskipun barang yang diolah merupakan barang sisa / buangan usaha daur ulang sampah plastik merupakan peluang usaha yang tidak bisa dianggap remeh, disamping mendukung program pemerintah mengenai pengolahan sampah.
Pengenalan sampah plastik
Secara garis besar plastik dapat digolongkan menjadi 2 kelompok yakni:
· plastik yang bersifat thermoplastic, yaitu dapat dibentuk kembali dengan mudah dan diproses menjadi bentuk lain dan
· plati yang bersifat thermoset, bila telah dipakai tidak dapat digunakan kembali.
Pada umumnya plastik untuk daur ulang diolah kembali menjadi barang semula. Beberapa jenis plastik harus dicampur dengan bahan baku untuk meningkatkan kualitasnya.
Jenis sampah yang laku dipasaran adalah :
· Polietilena (PE) : bahan plastik yang tahan air, asam alkali dan hampir semua jenis cairan. Contohnya plastik pembungkus produk makanan dan minuman tirai plastik, botol antipecah, penyekat kawat atau kabel.
· High Density Polyethylene (HDPE) : Jenis ini juga resisten terhadap zat cair. Contohnya melamin (piring & gelas) berbagai macam kemasan plastik, tangki bahan bakar kendaraan, kantong plastik, tempat makan plastik dan pipa air.
· Polipropilenia (PP) : produk yang terbuat dari fiber glass.
Pada umumnya sampah-sampah plastik ini diperoleh dari tempat penampungan sampah. Oleh para pemulung sampah-sampah plastik ini dikumpulkan kemudian dipisah-pisahkan berdasarkan bentuk dan jenisnya, lebih lanjut sampah disetorkan ke pengusaha-pengusaha pengolahan sampah plastik. Secara umum agar sampah plastik dapat diolah oleh sebuah industri diperlukan syarat-syarat sebagai berikut :
1. Bentuk sampah plastik disesuaikan dengan kebutuhan industri, misalnya : bentuk biji untuk industri yang memproduksi alat-alat tulis. Bentuk pellet, serbuk atau pecahan untukindustri yang memerlukan kemasan plastik dan memproduksi barang-barang dari plastik.
2. Sampah plastik sudah homogen / tidak tercampur dengan sampah jenis lain.
3. Tidak terkontaminasi dengan zat-zat kimia yang dapat menurunkan kualitas produk yang dihasilkan.
4. diusahakan tidak teroksidasi, yaitu sampah masih dalam keadaan layak produksi dan tidak mengandung zat-zat kimia berbahaya.
Sedangkan tahapan-tahapan pendaur ulangan sampah plastik ,menjadi biji plastik (bahan baku setengah jadi) adalah sebagai berikut :
1. Pemisahan, sampah plastik dipisahkan dari sampah jenis lain mis kertas dsb.
2. Pemotongan, sampah plastik kemudian dipotong-potong sesuai dengan kebutuhan. Misalnya jika akan diolah menjadi biji plastik, sampah harus dipotong kecil-kecil untuk memudahkan proses pengolahan.
3. Pencucian, sampah yahg sudah dipotong dicuci bersih untuk menghilangkan zat-zat lain yang dapat menggaggu proses pengolahan.
4. Penggilingan, sampah yang sudah bersih digiling agar menjadi biji plastik. Kualitas biji yang baik dapat diliat dari mengapung tidaknya biji plastik tersebut diatas air.
Selanjutnya biji plastik yang telah diolah inilah yang selanjutnya diolah menjadi produk-produk plastik lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar