selamat datang

wellcome di peluang & spirit

Kamis, 12 Januari 2012

Peluang usaha pembuatan saus tomat

Tanaman tomat merupakan tanaman yang dapat tumbuh mudah dibudidayakan, sehingga ketersediaannya melimpah. Namun demikian buah tomat memiliki masa penyimpanan yang relatif singkat. Untuk memperpanjang masa pemanfaatan dan penyimpanan buah tomat pada umumnya dilakukan pengolahan lebih lanjut. Salah satu pemanfaatan tomat adalah sebagai bahan baku pembuatan saus tomat.Penggunaan saus tomat tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga saja, namun banyak penjual makanan yang membutuhkan saus tomat sebagai pelengkap sajian makanannya, seperti misalnya saja baso, mie ayam dsb. Hal tersebut membuka peluang usaha pembuatan saus tomat mempunyai peluang pasar yang baik. Proses pembuatan yang cukup sederhana menjadikan usaha pembuatan saus tomat ini layak dicoba.
Saos adalah cairan kental (pasta) yang terbuat dari bubur buah berwarna menarik (biasanya merah), mempunyai aroma dan rasa yang merangsang (sama dengan saus sambal tanpa rasa pedas). Walaupun mengandung air dalam jumlah besar,saos mempunyai daya simpan panjang karena mengandung asam, gula, garam dan seringkali diberi pengawet tentu saja pengawet yang diijinkan untuk makanan. Saos tomat dibuat dari campuran bubur buah tomat dari buah tomat segar dan bumbu-bumbu sehingga rasanya sedap tanpa meninggalkan rasa khas tomat. Pasta ini berwarna merah muda sesuai dengan warna tomat yang digunakan.
BAHAN
Bahan yang diperlukan dalam pembuatan saus tomat terdiri dari tomat, bumbu, pengawet dan pewarna, berikut rinciannya :
  1. Buah tomat. Buah tomat yang digunakan adalah yang telah matang sempurna dan berwarna merah rata. Jumlah 10 kg.
  2. Bumbu. Bumbu-bumbu terdiri dari bawang putih giling (300 gram), bawang merah giling (300 gram), merica bubuk (100 gram), kayu manis bubuk (30 gram), gula pasir putih bersih yang telah dihaluskan (2 kg), cabe giling (100 gram), dan garam halus (500 gram).
  3. Pengawet. Ada beragam bahan pengawet, sebaiknya pilih bahan yang memang khusus untuk mengawetkan makanan, cara kerja zat ini adalah menghambat pertumbuhan mikroba perusak saus. Dipasaran umumnya digunakan sodium benzoat dengan kelarutannya adalah 660 gram per liter. Senyawa benzoat dapat menghambat pertumbuhan kapang dan khamir, bakteri penghasil toksin (racun), bakteri spora dan bakteri bukan pembusuk. Asam benzoat ini umum digunakan untuk pengawetkan minuman ringan,pikel, saus sari buah dan sirup. Senyawa benzoat dapat digunakan pada makanan dan minuman pada konsentrasi 400 sampai 1000 mg per kg bahan. Untuk keperluan pengolahan saus ini, jumlah asam atau sodium benzoat yang digunakan adalah 8 gram.
  4. Pengasam. Pengasam ini bertujuan untuk mengasamkan atau untuk menurunkan pH saus menjadi 3,8~4,4 sehingga pertumbuhan bakteri dan mikroba dihambat dan saus tomat yang dihasilkan tahan lama. Jumlah asam yang diperlukan adalah asam nitrat sebanyak 20 gram.
PERALATAN
Peralatan yang digunakan adalah peralatan yang cukup sederhana dan umumnya ada di dapur rumah tangga, yaitu :
  1. Pisau perajang dan landasan perajang(talenan).
    Alat ini digunakan untuk merajang buah tomat yang telah dikupas dan dibuang bijinya. Hasil perajangan adalah berupa potongan-potongan tomat berukuran 2-3 cm.Alat perajang mekanis juga dapat digunakan. Sebelum dirajang dengan alat tersebut, tomat harus dibelah memanjang dengan lebar 4-5 cm.
  2. Penggiling rajangan tomat. Alat ini digunakan untuk menggiling rajangan tomat menjadi bubur tomat. Blender dapat digunakan untuk menghaluskan rajangan tomat dalam jumlah kecil menjadi bubur sedangkan untuk skala besar digunakan mesin penggiling.
  3. Panci besar atau wadah pemasak saos. Wadah ini adalah untuk memasak bubur tomat yang telah diberi bumbu. Wadah ini harus terbuat dari bahan tahan karat, bagian dalamnya licin dan mudah dibersihkan.
  4. Kompor.
  5. Penutup botol. Penutup botol digunakan untuk memasang tutup botol dari kaleng secara rapat. Alat ini mempunyai konstruksi yang sederhana dan biaya pembuatannya murah dan sudah banyak tersedia dipasaran.
  6. Timbangan. Timbangan digunakan untuk menakar berat bahan yang digunakan. Kapasitas timbangan disesuaikan dengan jumlah bahan yang diolah.
  7. Segel plastik. Segel plastik adalah kantong plastik yang kedua ujungnnya terbuka dapat menempel secara rapat sekali pada mulut botol yang telah dipasang tutupnya. Plastik ini berfungsi sebagai segel dan sudah banyak digunakan dalam industri kecil.
CARA PEMBUATAN
  1. Pembuatan Saus
    Pembuatan saus ini meliputi beberapa tahapan yaitu :
    • Tahap pertama pembuatan saus tomat adalah pencucian tomat, bagian tangkai yang agak hitam dibuang kemudian direndam dalam air yang telah diberi kaporit 10 ppm selama 10 menit.Setelah itu, ditiriskan.
    • Tomat digiling atau diblender sampai halus sehingga diperoleh bubur tomat.
    • Bubur tomat dicampur dengan bawang putih, bawang merah, merica,kayu manis, garam, cabe, asam sitrat dan asam benzoat. Kemudian diaduk sampai rata.
    • Tahap selanjutnya adonan dimasak dan dibiarkan mendidih selama 20 menit dengan api kecil sambil diaduk-aduk. Berikutnya tambahkan gula pasir.
    • Pendidihan dilajutkan sambil diaduk selama 10 menit. Kemudian pengadukan dan pemanasan diterukan dengan api sangat kecil sekedar mempertahankan bahan tetap panas.
    • Pengemasan dilakukan pada saat saus dipanaskan ini.
  2. Pengemasan
    Saus tomat pada umumnya dikemas menggunakan botol kaca ataupun kantung plastik.
    • Pengemasan botol kaca dimulai dengan botol kaca yang bersih direndam di dalam air yang mengandung kaporit 5-10 ppm (5 sampai 10 gram kaporit per 1m3 air) selama 30 menit di dalam wadah tahan karat.
    • Botol disusun di dalam air peredaman tersebut dalam kondisi terbalik. Setelah itu, wadah yang berisi rendaman botol direbus sampai mendidih.
    • Setelah mendidih api dikecilkan sekedar untuk mempertahankan air perebus tetap panas. Kondisi ini dipertahankan selama pengemasan.
    • Sementara itu tutup botol direbus di dalam air mendidih lain . Selama pengemasan, tutup botol harus tetap berada pada air mendidih.
    • Sebuah botol dikeluarkan dari air mendidih dalam keadaan terbalik dengan menggunakan penjepit. Keseluruhan proses ini bertujuan untuk mensterilkan botol dari mikroba dan bakteri yang dapat mencemari saus tomat yang akan dikemas.
    • Proses berikutnya adalah memasukan saus ke dalam botol. Dengan bantuan corong, saus panas segera dituangkan dalam botol. Botol hanya diisi sampai 4 cm di bawah mulut botol. Setelah itu sebuah tutup botol yang sedang direbus segera diangkat, dipasangkan pada mulut botol dan ditutup dengan bantuan alat penutup botol. Pekerjaan ini harus dilakukan secara cepat dan cermat.
    • Proses di atas diulang sampai semua saus terkemas dalam botol.
  3. Sterilisasi
    Untuk menjaga kualitas hasil akhir saus tomat tetap terjaga dan terbebas dari kontaminasi, tahap seanjutnya dilakukan sterilisasi. Botol yang sudah berisi saus dan tertutup rapat direbus di dalam air mendidih selama 30 menit. Proses ini bertujuan untuk membunuh banyak mikroba pembusuk yang dapat merusak bahan. Setelah itu, botol dikeluarkan dari air mendidih dan disimpan dalam keadaan terbalik. Jika terjadi rembesan saus melalui tutup botol, tutup harus dibuka dan dilakukan kembali penutupan dengan tutup yang lain. Setelah itu botol ini harus disterilkan kembali.
  4. Penyegelan
    Setelah semua saus dikemas di dalam botol, segel plastik dipasang pada mulut botol. Mulut botol yang terpasang segel dicelupkan pada panas (90C) beberapa detik sehingga segel mengkerut dan menempel rapat pada mulut botol.
  5. Pemberian Label
    Proses terakhir adalah menempelkan label pada bagian luar botol.
Kunci keberhasilan dari usaha pembuatan saus tomat ini adalah kebersihan dan kecermatan dalam proses pengolahan. Karena kurang cermat atau kurang terjaganya kebersihan selama proses pembuatan dapat mengakibatkan kontaminasi atau tercemarnya bahan, sehingga saus tomat yang dihasilkan cepat rusak dan tidak bertahan lama. Setelah diberi label, saus tomat siap dipasarkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar