selamat datang

wellcome di peluang & spirit

Kamis, 12 Januari 2012

Cara Membuat Merek pada Produk Makanan

ilustrasi merek dengan sablon plastik
Dalam membuka usaha, adanya merek atau label sangatlah penting. Hal ini bisa dilihat pada saat penjualan produk Anda laris dipasaran, maka konsumen akan mudah mengenali produk buatan Anda berdasarkan merek atau label yang tercantum pada produk tersebut. Begitu juga pada produk makanan, peran merek juga sangat membantu produsen untuk mengenalkan produknya pada masyarakat.
Selain itu merek atau label makanan juga menjadi pembeda antara produk makanan Anda dengan produk makanan pengusaha lainnya. Jadi walaupun banyak pesaing yang memasarkan produk sama dengan milik Anda, konsumen tetap bisa mengenali produk milik Anda dengan adanya merek atau label yang ada pada makanan tersebut.
Adanya merek atau label makanan juga membantu konsumen untuk mengetahui masa kadaluarsa makanan. Karena biasanya label pada produk makanan dilengkapi dengan tanggal kadaluarsa. Sehingga konsumen merasa yakin dengan kualitas produk makanan yang Anda produksi. Untuk membuat merek atau label pada produk makanan, terdapat dua cara yang bisa dilakukan. Yaitu sebagai berikut :
  • Menggunakan sablon plastik
Mencantumkan merek atau label produk pada kemasan plastik dengan cablon, maka kualitas makanan tetap terjaga. Karena tidak tercampur langsung dengan tinta tulisan pada label, umumnya plastik bersablon tintanya diluar kemasan. Sehingga makanan di dalam kemasan masih tetap aman. Selain itu tampilan produk yang berlabel plastik biasanya lebih menarik, karena kemasannya lebih bagus dan lebih rapi dengan gambar berwarna yang mampu menarik konsumennya.
Namun sablon plastik harganya relatif lebih mahal, yaitu sekiar Rp 100,00 sampai Rp 200,00 per lembarnya. Sehingga biaya produksi semakin tinggi, dan akan berpengaruh terhadap harga jual makanan yang cenderung lebih mahal dibandingkan makanan yang tidak bermerek.
  • Menggunakan cetak kertas
Cara yang kedua yaitu menggunakan kemasan dengan label kertas. Ini lebih murah dibandingkan penggunaan merek dengan sablon plastik. Tak heran jika banyak pelaku industri rumahan yang memproduksi makanan, memilih cara ini dibandingkan menggunakan sablon plastik.
Tapi penggunaan label kertas tidak bisa digunakan pada semua makanan, jika makanan mengandung minyak maka label kertas akan luntur. Tentu ini tidak baik dari segi kesehatan, sehingga konsumen tidak yakin untuk mengkonsumsi produk makanan tersebut. Selain itu proses pengajuan ijin usaha pun juga akan sulit, karena jaminan keamanan dan kesehatan produk makanan masih kurang.
Bila Anda menggunakan label atau merek menggunakan kertas, sebaiknya lapisi kertas label dengan plastik terlebih dahulu. Jadi tidak bercampur langsung dengan produk makanan tersebut.
Sekian informasi mengenai cara membuat merek pada produk makanan. Semoga informasi ini bermanfaat, dan dapat membantu Anda yang menjalankan usaha makanan. Salam sukses.
Sumber gambar : http://ambonganteng.files.wordpress.com/2010/11/3-1236765780-chiki-balls.jpg dan http://www.productsdb.com/images/produk/1424_7385_makanan-ringan.jpg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar