selamat datang

wellcome di peluang & spirit

Kamis, 12 Januari 2012

MAKANAN TRADISIONAL JAGUNG GORENG (MARNING) SEBAGAI PELUANG USAHA RUMAHAN

Seiring perkembangan jaman dan teknologi tidak selalu hal-hal yang bersifat tradisional dilupakan atau di tinggalkan. Misalnya saja dalam hal makanan, akhir-akhir ini berbagai makanan tradisional kembali menjadi “barang yang dicari”. Aneka ragam camilan ini diminati tidak hanya untuk sekedar snack ataupun makanan selingan saat santai di rumah, ada kalanya makanan tradisional ini menghiasi meja saat menjamu kerabat ataupun saudara. Kondisi seperti ini dapat dijadikan sebagai sebuah peluang usaha untuk menekuni pembuatan makanan tradisional. Salah satu jenis makanan tradisional dengan rasa gurih dan renyah adalah jagung goreng atau di kenal dengan istilah Marning. Jagung goreng atau jagung marning ini dibuat melalui proses penggorengan (pemasakan di dalam minyak panas). Produk ini dapat dibuat pada berbagai tingkat kerenyahan. Biasanya konsumen lebih menyukai jagung goreng yang kerenyahannya seperti kerupuk. Bahan baku yang melimpah, murah serta mudah didapat dan cara pembuatan yang relatif mudah menjadikan usaha ini bisa diandalkan sebagai usaha sampingan atau usaha rumahan.

BAHAN-BAHAN :

Beberapa bahan yang diperlukan dalam pembuatan Jagung Goreng (Marning) antara lain :
  • Jagung Pipilan.
  • Senyawa Sulfit.
  • Kapur Sirih.
  • Bumbu – bumbu

PERALATAN :

Beberapa jenis peralatan yang diperlukan dalam pembuatan jagung goreng (Marning) adalahbeberapa peralatan yang banyak di jumpai di dapur antara lain :
  • Wadah penangas.
  • Pemanas penangas.
  • Wadah Perebus.
  • Pemanas perebusan.
  • Alat pengering

CARA PEMBUATAN MARNING :

  1. Langkah pertama adalah penyiapan larutan sodium bisulfit 0,4%. Sodium bisulfit sebanyak 1 gram ditambah dengan air bersih sebanyak 250 x a ml air.
  2. Selanjutnya tahap pelunakan dengan larutan sulfit. Jagung pipilan dimasukkan ke dalam wadah penangas, kemudian diberi larutan sodium bisulfit (0,4%) sebanyak 3 kali berat jagung. Wadah penangas yang berisi jagung terendam tersebut diletakkan diatas pemanas (kompor) dan suhu diatur agar berkisar antara 40 sampai 45°C. Pemanasan dilangsungkan selama 36 sampai 40 jam. Proses ini disebut penangasan. Jangan lupa melakukan pengadukan setiap 3 jam.
  3. Kemudian  dilakukan pencucian jagung setelah perendaman dengan larutan sulfit. Larutan perendam dibuang, kemudian jagung dicuci dengan air bersih.
  4. Tahapan berikutnya adalah proses perebusan. Setiap kg jagung direbus di dalam 3 liter air. Setiap liter air diberi 15 gram kapur sirih. Perebusan berlangsung selama 4 jam sampai jagung menjadi lunak, mekar dan kulit arinya terlepas. Untuk menghemat bahan bakar, api dikecilkan setelah larutan mendidih, dan besar api diatur sekedar untuk mempertahankan larutan tetap mendidih.
  5. Tahapan Pengeringan. Jagung ditiriskan, kemudian dijemur sampai kering atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air dibawah 17%.
  6. Tahapan Pemberian bumbu. Bumbu diberikan setelah bahan cukup kering. Bumbu yang diberikan adalah campuran bawang merah (15 gram), bawang putih (15 gram), jahe (5 gram), merica (5 gram), ebi 15 gram dan garam (15 gram) yang telah dihaluskan. Setelah itu, bahan dijemur atau dikeringkan lagi sampai kering seperti sebelum diberi bumbu.
  7. Proses Penggorengan. Jagung digoreng di dalam minyak panas (170 °C) selama 8~10 detik sampai mekar dan berwarna kuning, kemudian diangkat, ditiriskan dan didinginkan.
  8. Pengemasan. Jagung goreng dikemas di dalam kantong plastik polislen tebal, kemudian di-seal dengan panas. Jika ingin meningkatkan nilai jual dapat dilakukan dengan pengemasan yang lebih apik lagi seperti menggunakan toples dari plastik dsb.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar